Dunia dikejutkan oleh langkah proteksionisme ekonomi baru dari Washington. Pemerintahan Presiden Donald Trump meluncurkan strategi baru bernama America First Fishing Policy. Melalui kebijakan ini, Amerika Serikat mengambil langkah drastis demi mendongkrak industri perikanan domestik mereka.
Langkah utama kebijakan ini adalah menghapus aturan lingkungan yang ketat. Pemerintah Amerika Serikat membuka kembali ratusan ribu mil persegi kawasan konservasi laut. Salah satunya adalah wilayah Mau and Ho‘omalu Zones of the Papahānaumokuākea Marine National Monument, sebuah Kawasan konservasi terbesar di dunia yang terletak di Kepulauan Hawaii Barat Laut. Kawasan yang selama ini menjadi suaka bagi ekosistem langka kini sah dimasuki oleh armada kapal pukat komersial raksasa.
Washington berargumen bahwa penutupan wilayah laut di masa lalu membuat nelayan lokal kalah bersaing dengan kapal asing. Akibatnya, Amerika Serikat harus mengimpor banyak komoditas perikanan. Dengan dalih kemandirian pangan dan penciptaan lapangan kerja, aturan konservasi era presiden sebelumnya pun dipotong demi kemudahan bisnis (red tape).
Namun, kebijakan ini langsung memicu badai protes dari para aktivis lingkungan global. Membuka wilayah suaka laut demi mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek dinilai sebagai langkah mundur yang berbahaya. Kerusakan ekosistem laut akibat eksploitasi besar-besaran bersifat permanen dan tidak mengenal batas wilayah negara.
Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, fenomena eksploitasi global ini membawa pesan penting. Alih-alih melonggarkan wilayah lindung seperti yang dilakukan Amerika Serikat, Indonesia justru mencoba mengambil jalur sebaliknya. Pemerintah Indonesia gencar menyusun Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota demi menjaga kelestarian sumber daya laut nasional secara jangka panjang .
Upaya memajukan ekonomi pesisir tidak boleh dilakukan dengan merusak alam. Jika ekosistem laut hancur, maka ikan akan habis dan nelayan pula yang nantinya akan sengsara. Kita berharap pemerintah tetap teguh menjaga wilayah konservasi laut nasional demi masa depan generasi yang akan datang.




